Meja lipat yang setia

Tetiba, gw jadi inget sepupu gw dari ayah, namanya IKM (initial). Kita terpaut 14 tahun. Dia lebih tua. Waktu itu gw baru lulus dari SD apa ya… gw lupa tepatnya, gw dapat hadiah darinya; entah hadiah kelulusan atau hadiah ulang tahun berupa meja lipat seperti ini.

mejalipat

sumber: hullala.com. Maaf gw gak ada gambar dari meja gw sendiri. Tapi penampakannya persis ini.

Gw lupa gambar meja lipat gw. Duh kok banyak lupanya. Yang jelas, meja lipat ini selalu gw pakai untuk belajar. Karena emang gw belajarnya di atas kasur bukan di meja belajar. Gw gak suka kalau ditanya belajar sampai kapan? Atau berapa lama?

Karena biarkan tidur yang menghentikannya. Itulah kenapa gw suka pakai meja lipat ini. Kalau gw kuat belajar sampai shubuh ya… biarkan. Biarkan tidur yang menghentikan belajarnya.

Sejak SMP, SMA dan bahkan kuliah S1 di ITB, gw pakai terus. Sengaja pas ke Bandung, gw masukin koper si meja lipat ini untuk pindah domisili juga.

Gw baru ngeh… masa-masa gw lulus SD 2004 sampai sekarang 2016 (sudah 12 tahun), itu sangat cepat. Gw jadi teringat lagi, masa SD gw sangat penasaran bagaimana orang bisa bikin Rumus Pythagoras. Bisa bikin rumus a/b + c/d = (ad+bc)/bd. Dari mana si Pytha dapat ide… padahal kita juga sama-sama manusia. Apa frekuensi si Pytha boker lebih sering dan lama??? Yeps, gw sering dapat ide pas “jongkok” atau “duduk”.

Eh, ndilalah ternyata saya tahu itu namanya “pembuktian matematika”. Tuhan sudah memberikan nikmat untuk mengetahui itu semua. Hampir semua (I could say >97.3%) setiap rumus matematika yang gw temui dari SD sampai kuliah S1, gw tahu dari mana asal dan pembuktiannya. Yeah, I taught calculus for undergrad students for about 3 years.

Sungguh nikmat “rasa ingin tahu” yang Tuhan berikan dan kadang membuat gw stress dan gak bisa tidur pun, bisa dinikmati dengan leyeh-leyeh (leha-leha) sekarang.

Kalau di masa-masa S1 ada kuliah namanya Formation Evaluation (Well Testing), yang isinya PDE… gw masih suka main equations ini. Dimensionless form, Pi-Theorem, dkk.

Duh ngelantur seperti biasa… Terima kasih IKM yang telah memberikan teman setia selama 11 tahun (yeps gw baru cabut dari Bandung 2015). Kini IKM sudah punya anak 3, dengan yang sulung sudah kelas 5 SD (usia ~11 tahun).

Oh ya, gw pernah masuk koran lokal Jawa Pos bagian Radar Malang. Di situ ada foto gw juga sedang bersila dan “action” belajar di atas kasur dengan meja lipat ini. It led me to taste how the physics and math olympiads were. Thanks again.

Thanks God!!!

 

Friday, H4106-106

Salam dari sunyinya rumah yang membawa suasana kontemplasi :’)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s