Alternating Current Life

Menginjak masa SMP, kita pasti kenal apa itu alternating current atau arus bolak-balik. Arus yang selalu berubah muatannya dengan frekuensi tertentu. Kalau di Indonesia frekuensi reratanya adalah 50 Hz. Okay, itu tadi sekedar prolog untuk mencari judul yang pas untuk tulisan kali ini. Gw bingung, enaknya apa ya judulnya. Akhirnya ya itu deh judulnya terpampang di awal tulisan ini.

Karena suatu hal yang sedikit bikin kesel (baru saja terjadi), gw teringat kalau akan ada waktunya semua itu berubah.

[Cerita-1] Ceritanya begini, ini bukan cerita gw sih tapi teman gw di Kimia ITB. Sewaktu dia SMA, dia pernah “diremehkan” oleh guru Kimia-nya seperti ini,”Nih anak bisa apa ikut lomba Kimia, nilainya aja jelek.” (Kalimat tadi bukanlah kalimat sesungguhnya). Ternyata, si anak ini menjadi juara 1. Belum habis di sini, si anak ini melanjutkan studinya di Kimia ITB. Tidak hanya program sarjana, si anak memilih untuk mengambil program doctor unggulan yaitu S1-S2-S3 langsung 7 tahun. Gw sendiri gak begitu ngerti sih secara detailnya gmana. Oke lanjut ceritanya… Ketika dia menempuh kuliah S3, dia ditunjuk untuk menjadi asisten dosennya, sebut saja dosen X. Nah, suatu saat, karena dosen X tidak bisa hadir, ditunjuklah teman saya ini jadi penggantinya untuk mengajar mata kuliah tertentu di kelas S-2. Namun, di kelas ada hal yang mungkin cukup mengejutkan bagi dia yaitu  dia bertemu dengan guru kima SMA-nya dulu. Yups, guru yang pernah meremehkannya saat itu menjadi mahasiswa S-2 dan berguru ke bekas murid SMA-nya dulu. … [end]

[Cerita-2] Nah, gw punya cerita lagi nih dari teman gw di ITB. Waktu itu dia cerita begini: Sewaktu dia SD, dia sangat cemerlang dan pintar bahkan lulusan terbaik di SD-nya. Sayang, dia dari keluarga yang kurang mampu. Sedang, teman-teman yang ranking-nya di bawahnya berasal dari keluarga yang sangat mampu. Masa-masa akhir sekolah, guru kelas 6-nya pun bertanya ke teman-temannya itu,”Besok mau jadi apa? Apa ikut papa? Kuliah di mana kepinginnya?” Ya kaleee, anak SD sudah ditanya kuliah di mana. Sedang teman gw, si Y ini ditanya dengan pertanyaan yang sedikit berbeda,”Besok kamu ingin kuliah?”. Yups, dari pertenyaan versi pertama seolah-olah si guru yakin bahwa teman-temannya bisa kuliah. Sedangkan, pertanyaan versi teman gw seolah-olah si guru tidak yakin apa benar ini bocah bisa kuliah walaupun otaknya lumayan ces-pleng. Alhasil, Allah SWT mempertemukan gw dengan dia di kampus ini, hellooooo, di kampus ITB bro. Kampus yang lebih prestisius dari kampus teman-temannya sekarang. Dia alhamdulillah mendapatkan beasiswa penuh di ITB. … [end]

Coba bayangkan, tidak ada yang bisa menduga bahwa seseorang yang dulu tidak bisa; menjadi bisa dan ditingkatkan derajatnya oleh Yang Kuasa.

Kadang, hinaan dan ucapan remeh dari orang bisa membakar semangat seseorang yang diremehkan untuk berubah dari ZERO to HERO. Perlu kau ingat, janganlah sesekali kita berubah untuk menjadi The REAL HERO karena hinaan yang kita terima, Lantas, usaha kita hanya berlandaskan keinginan untuk pamer bahwa kita bukanlah yang dulu. BIG NO, namun lakukanlah usaha semaksimal itu semata-mata untuk Allah SWT, “Sholatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah, Tuhan Semesta Alam.” Kalaupun kelak kita ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT, ingatlah itu hanya sebuah ujian dan ujian. Pasti akan ada hari dan tempat, dimana kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh-Nya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s