My Expression, f(x) is My Thought and Heart

Perasaan memang ajaib. Kadang tak bisa diduga apa lagi dituangkan dengan persamaan matematika.

Source: thefirstoneeighty.blogspot.com
Source: thefirstoneeighty.blogspot.com

Saya bukan lah mahasiswa program studi matematika melainkan teknik perminyakan. Tetapi, banyak sekali problematika di industri migas yang bisa didekati dengan model matematika, salah satunya oleh model persamaan aliran dalam media berpori, Hukum Darcy. Hukum ini begitu populer di dunia teknik reservoir karena batuan reservoir merupakan media berpori. Selanjutnya, di bidang teknik produksi, terdapat pula model-model matematis untuk mengoptimasi produksi dan keekonomian proyek. Untuk bagian sub-teknik produksi ini memang persamaan matematis yang lebih familiar adalah rumus-rumus dari kalangan program studi teknik mesin dan teknik kimia. Di dalam teknik operasi pemboran sendiri, terdapat pendekatan-pendekatan mekanika kekuatan material untuk memodelkan kekuatan drill-string baik untuk vertical well atau deviated well. Satu ekspresi matematis yang tak dapat dielakkan adalah persamaan Navier-Stokes. Saya menemui bentuk praktis dan aplikasinya di semua sub-teknik di ilmu perminyakan: mulai laju fluida dalam media berpori, fluida dalam pipa, desain pengangkatan cutting, dll. Yah, matematika memang indah. Allah SWT menjadikan dunia ini bisa didekati dengan suatu ungkapan yang sederhana yaitu model matematis. Allah SWT mengungkapkan rahasia dunia ini melalui ilham yang diturunkan kepada orang-orang pilihan yaitu para ilmuan (research scientist). Ini lah salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Jika Nabi Musa A.S. diberikan mukjizat untuk berkomunikasi langsung dengan-Nya, kita diberikan akal dan pikiran untuk mengungkap kebesaran-Nya melalui fakta-fakta alam (dalil aqli). Kalau dalam matematika kita punya metode ekstrapolasi untuk memprediksi kecenderungan yang akan terjadi di luar range yang ada. Ada pula model Hidden Markov yang mampu menebak sesuatu di masa yang akan datang. Jika berbicara variabel waktu sebagai rujukan, bisa pula menggunakan artifical-neural-network untuk memperkirakan secara cerdas apa yang akan terjadi jika kondisi-kondisi tertentu diberlakukan. Nah, sebagai manusia jelaslah “masa depan” yang ingin dijadikan bahan keingintahuan untuk diketahui. Pernahkah kau menyadari bahwa hidupmu yang sekarang bakal seperti ini?

Lihatlah blue-print masa lalumu, apakah sempat kau sadari bahwa kondisimu yang sekarang bisa diprediksi dengan suatu model tertentu?
Bukan model matematis, numerik sekalipun model mekanistik; melainkan kesadaran otak ini untuk bersyukur bahwa banyak sekali variabel-variabel tak terduga sehingga kita bisa sampai di sini. Sungguh luar biasa model kehidupan kita ini. Teman saya, Devi Anggara Febriana (ini nama cowok lho), punya kalimat bijak sebagai berikut, “Keberuntungan adalah akumulasi dari kebaikan.” Kalau kita merujuk Al Quran (QS. Ar Ra’d: 11) kita dapati,

Tidaklah Allah mengubah suatu kaum melainkan sampai mereka sendiri yang mengubahnya.”

Menuru saya, ayat inilah salah satu model dari kehidupan yang unik dan kompleks ini, jauh melebihi stochastic differential equation (SDE) yang pernah saya dapati dalam hal keruwetannya.

Saya rasa sudah cukup otak ini dipenuhi dengan begitu banyak model matematis selama kuliah. Padahal, bukan kata “cukup” yang saya harapkan, melainkan selalu berinteraksi dengan model matematis sehingga kelak akan semakin banyak model yang saya kembangkan. Ntah, mengapa hari demi hari, saya malah tertarik dengan model kimia analitik yang saya temui ketika saya belajar drilling fluid. Begitu banyak zat kimia sintesis yang dipelajari dalam membuat drilling fluid dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap batuan yang ditembus saat operasi pemboran. Mempelajari drillng fluid seperti menjadi apoteker yang harus pas meracik obat dan seperti chef yang harus pas membuat bumbu dan masakan agar terasa enak dan sehat. Semakin hari, keinginan saya untuk menjadi drilling fluid engineer a.k.a mud engineer semakin kuat. Salah satu perusahaan oil-service, Baker Hughes mulai selalu terngiang di pikiran ini. Ya…, Allah SWT lah yang tahu secara penuh episode hidup saya ini. I can’t even express what I do feel. Would my heart and thought be suitable with this? Mmmh dunno at all.🙂

[Ditulis dalam status SWASTA (mahasiSWA SemesTer Akhir), semester 7, 24 Oktober 2013. Sebelum semester depan semoga sudah pasti dapat kerja. Aamiin]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s