Televisi = Alat Kontrasepsi

Televisi = Alat Kontrasepsi

Dewasa ini, rumah tangga mana yang tidak punya televisi? Hampir setiap
rumah, minimal 1 televisi. Apalagi sekarang, di tahun 2013 macam ini,
siapa yang tak kenal handphone. Bisa dikatakan setiap individu di
Indonesia punya alat yang satu ini mulai dari era nokia 9100 ampai
yang paling canggih a.k.a. smartphone. Gw punya hp aja waktu SMA akhir
akhir tahun 2010. Nah, pas jaman SMP akhir apa SMA awal gitu, tukang
angkut sampah di lingkungan RT/RW gw aja hp-nya udah bagus. Nah gw
malah syok lagi waktu tahu para buruh tani di dekat rumah sedang sibuk
otak-atik hp. Eh ini, nggak malah nyangkul, malah asik bales sms.
Ckckck, hanya bisa mlongo, ya secara kan gw belum punya hp gan. Nah,
setelah dipikir-pikir, tahu nggak sih lo, kenapa generasi orang tua
kita nggak semacam generasi nenek-kakek kita? Maksudnya, nenek-kakek
kita (era 60-70 an) pas masih segernya tuh kan rata-rata pada KB alias
Keluarga Besar. Punya anak aja bisa sampai 5 bahkan lebih. Sekarang,
kita aja paling 2-3 bersaudara aja kan. Tahu nggak sih lo knapa? Yups,
menurut korelasi dan analisis mendalam gw sih ini akibat adanya
televis. Yups, televisi menggeser pola orang untuk mendapatkan hiburan
yang dulunya di “kasur” kini hanya nonton TV di kasur. Apalagi
sekarang, tidur-tiduran di kasur, tapi pada sibuk dengan gadget
sendiri-sendiri. Mulai dari yang bbm-an lah, whatsapp-an, Line-an,
Kakaotalk-an dan bejibun aplikasi maya lain. Nah, belum lagi orang
lebih asik main jempol untuk komen twitter atau facebook daripada main
jempol untuk … (ya lo tahu lah ya). Alat-alat elektronik, secara
fungsional tetapi tidak biologis, seolah-olah mensubstitusi fungsi
dari alat kontrasepsi atau obat kontrasepsi. Bahkan di zaman edan ini,
ada tuh istilah chat-s*x, skype-s*x, cam-s*x, phone-s*x atau
semacamnya lah. Malahan, hanya dengan entri “sesuatu” di google aja
sudah bisa melanglang buana di dunia maya untuk mendapatkan material
kenikmatan sesaat dengan usaha our-own-hand. Yaa… agak samar-samar
juga sih antara gadget bisa mengejawantahkan kegunaan alat kontrasepsi
atau s*x-toys. Oke, inilah pikiran random gw yang sebenarnya sudah
jadi unek-unek gegara kelas mata pelajaran PKn waktu gw SMA dulu oleh Ibu Dra. Sulasmi. Waktu itu beliau menganalisa budaya orang jaman sekarang dibanding jaman ortunya dulu. That’s why, gw sepertinya kagak minat-minat amat kalau ntar sudah berumah-tangga beli televisi. Sekarang pun juga gak minat amat kok. Kan sebaik-baiknya perhiasan dunia dan akhirat itu adalah isteri yang sholeha bro. Nah, mesti perlu lo inget baik-baik deh, suami yang baik untuk isteri yang baik dan isteri yang baik untuk suami yang baik pula (QS An Nisa 24). Ya, kalau-kalau lo pada gak setuju dengan opini gw sih ya terserah lo. Ini bukti nyata yang sering gw alamin sih bahwa di kelas kuliah aja kadang sepi “mamring” karena pada sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Where is your real social life? Virtual social network is not really connecting your social nearby life. Eits, ini bukan berarti di kelas kita harus “main” ya, cem b*k*p aja tuh. Tapi ada waktunya kita benar-benar menggunakan gadget dan menggunakan dunia nyata, gitu lho. Gw pernah lihat dan ngalamin sendiri acara makan dengan orang barat sedang dia lupa mengganti hpnya ke silent-mode. Nah itu tuh, serasa memalukan sekali bagi mereka. Kelihatan banget mereka berusaha menahan malu dan ada upaya keras untuk mohon maaf. Terlihat sekali mereka begitu menghargai partner mejanya. Oke sekian. Terima kasih. #TidakTerimaKomenGanjen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s