Cita-Cita

Sedari dulu, bisa dibilang cita-cita yang berkaitan dengan pendidikan belum kesampaian. Mulai ingin bersekolah di SMP X, SMA Y dan kuliah di universitas Z, semua tidak kesampaian. Selalu dan selalu saya protes dan meminta klarifikasi kepada Yang Berkuasa, kenapa Engkau takdirkan begini dan begitu. Alhamdulillah, Allah SWT ini sangat dan amat mencintaiku. Beberapa “waktu” kemudian, jawaban protesku pun disampaikan. Ya, aku menuliskannya sebagai “waktu” karena ini bukan sekedar hitungan hari tapi tahun. Nggak kebayang kalau saya tidak cukup diberikan kesabaran oleh-Nya. Sepertinya, hal ini akan bergulir kembali yaitu dalam episode sekolah pascasarjana (graduate school). Dengan berbagai alasan, insyaAllah saya putuskan bahwa saya ingin menempuh karir di dunia industri terlebih dahulu, semoga Allah SWT berkenan memberikan kesempatan untuk menimba ilmu sementara sebagai field engineer di service oil company. Yups, ini rencana A, masih ada rencana B dan yang lain. Hari di mana saya harus sidang sarjana sudah tinggal beberapa bulan lagi tepatnya kurang dari 4 bulan. Gelar S.T. (Sarjana Teknik) sudah menunggu di depan mata (Aamiin).

Cita-cita pribadi itu boleh gagal tetapi cita-cita untuk membahagiakan orang yang kita cintai itu tidak boleh gagal.”

Ya, selama ini Allah SWT telah mendidikku bagaimana untuk mengesampingkan ego ini di atas kecintaanku terhadap orang-orang yang kucintai. Alhamdulliah, episode hidup ini masih panjang relative terhadap total kehidupan di dunia ini. Tetapi kehidupan dunia ini adalah NOL jika dibanding kehidupan yang “infinite” nanti di akhirat. Kalau dalam kalkulus diajarkan, seberapapun nilai “numerator” jika ketemu dengan “denominator” yang “infinite” tetap saja NOL.

Inilah yang membuat saya tetap semangat walaupun cita-cita tadi tertunda. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik. Aamiin.

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)

[Di tulis di dalam kamar kosan, sendiri, malam minggu dalam long-weekend vacation; sembari berhadapan dengan berbagai paper a.k.a. jurnal ilmiah dari onepetro.org dan terbitan ELSEVIER.]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s