MATURE FIELD

DEFINISI

Mature = Tua; ini adalah suatu kata yang biasa digunakan untuk mendefinisikan lapangan migas yang sudah lama diproduksi. Kamus Webster menerjemahkan istilah ‘tua’ sebagai bertahan dari waktu sebelumnya atau berdiri lama. Secara teknis keilmuan, kondisi mature bukanlah secara kaku didefinisikan oleh usia melainkan oleh kondisi produksi puncaknya. Dengan kata lain, mature field adalah suatu tempat produksi migas yang telah mencapai puncaknya dan sudah memasuki penurunan produksi.

Sumber gambar: halliburtonblog.com
Sumber gambar: halliburtonblog.com

PERAN

Dalam dunia migas kini, ada dua tantangan yang sedang dihadapi terutama bagi kontraktor dan operator: 1. Kebutuhan untuk meningkatkan keuntungan atas aset 2. Penurunan atas penemuan lapangan dalam skala besar (giant field).

Secara global, mature field bertanggung jawab atas lebih dari 70% produksi minyak dan gas dunia dengan recovery factor rata-rata untuk gas adalah pada level  70% dan minyak hanya 35%. Bahkan angka RF (recovery factor) umumnya lebih kecil dikarenakan karakteristik geologi, batasan sumber daya, atau efisiensi penggunaan atas teknologi yang sudah tua. Meningkatkan perolehan untuk lapangan tua (mature field) selalu diikuti pula dengan penurunan jumlah cadangan itu sendiri, sehingga menjadi suatu dilemma tersendiri.

Produksi minyak Indonesia sudah mengalami penurunan dalam kurun waktu ini. Berdasarkan Oil & Gas Journal, Indonesia mempunyai 4.3 billion barrels atas cadangan terbukti per Januari 2007. Produksi minyak di Indonesia sudah menurun secara stabil dalam decade terakhir karena usaha eksplorasi yang mengecewakan dan penurunan atas produksi  mature fields, kondisi lapangan yang paling berperan di Indonesia. Berdasarkan data cadangan migas Indonesia oleh LEMIGAS, lebih dari 87% produksi migas Indonesia adalah  berasal dari mature field alias brownfield dengan distribusi dominan di belahan Indonesia bagian barat, sebagai contoh Minas dan Duri. Keduanya merupakan lapangan migas terbesar di Indonesia yang dioperasikan oleh Chevron (PT Chevron Pacific Indonesia) berlokasi di pantai timur Sumatera. Menurut informasi dari lemigas, puncak produksi lapangan Minas adalah pada tahun 1975-1976 sejak awal produksi 1950-an dengan laju produksi  di angka 250 ribu barel per hari. Nilai ini merupakan 16.7% atas produksi nasional pada saat itu. Setelahnya, produksi Minas terus mengalami penurunan dan kini bertengger pada angka kisaran 70 ribu per hari. Penurunan Minas ini masih ditalangi oleh pengurasan Duri yang mulai diproduksi sekitar tahun 1980-an dengan tingakt produksi sekitar 400 ribu barel per hari dan membuat produksi nasional mencapai puncaknya di tahun 1995-1996 dengan produksi 1.6 juta barel oil per hari. Kini kedua lapangan tersebut menghasilkan 360 ribu barel oil per hari.

 

PENINGKATAN

Upaya improved and enhanced recovery yang  ditingkatkan akan membawa peningkatan produksi brownfield. Dapat dipilih pula menggunakan teknologi canggih untuk membantu mempertahankan produksi antara lain: artificial lift, waterflooding, gas injection, microbial EOR, chemical injection, steam injection, hydraulic fracturing, lateral drilling, dan masih banyak lagi.

Steamflooding

Teknologi steamflooding sudah digunakan oleh Chevron untuk meningkatkan tingkat produksi Duri sejak 1985 dan menjadi pengembangan injeksi uap terbesar dunia. Di tahun 2011, injeksi uap mencakup 80% atas lapngan migas. Di daerah produksi lapangan Duri, telah ada 212 sumur produksi dengan 58 sumur injeksi uap. Pengembangan juga dilanjutkan sampai ke daerah utara. Sementara di lapangan Minas, telah ada 50 sumur produksi  sejak 2011 dan dilanjutkan optimisasi dengan program waterflood. Di tahun 2011, CPI juga telah melakukan pengembangan dalam proyek injeksi bahan kima dalam rangka memacu peningkatan light-oil di sekitar lapangan Minas.

Walaupun telah dinyatakan sebelumnya, bahwa peningkatan rata-rata (RF) sekitar 35% adalah akibat karakteristik geologi, batasan sumber daya, atau efisiensi penggunaan atas teknologi baik baru atau yang sudah tua. Namun hal ini lebih merupakan fungsi dari modal ekonomi yang harus dipertaruhkan untuk melakukan recovery threatment. Tantangan selanjutnya adalah menemukan teknologi yang memungkinkan untuk mengekploitasi lebih lanjut dengan biaya yang diatas ambang ekonomi.

Anda tidak harus menjadi ‘tua’ untuk mencegah menjadi ‘tua’.”

Hal ini sama halnya dengan bagaimana para ahli di dunia perminyakan dengan segala ilmunya yang masih ‘muda’ untuk mengelola agar mature field tetap hidup dan berproduksi.

2 Comments Add yours

  1. ilham akbar says:

    mau nanya,nih mas mengenai IPC (injector to producer conversion well). bisa share papper nya mas kalau ada..🙂 mohon bantuan nya mas . Terimakasih sbelumnya ya..

    1. alhakiki says:

      Silakan cari paper tersebut di onepetro.org, kalau sudah ketemu yang cocok papernya ya silakan didownload. Bilamana perlu bantu untuk mendownload paper dikarenakan paper yg berbayar silakan kirim nomor papernya ke alhakiki(at)alumni(dot)itb(dot)ac(dot)id? Nanti saya balas via email. Nuhun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s